Social Icons

Jumat, 26 Juli 2013

Penyuka Pedas Lebih Suka Tantangan?


TABLOID NOVA/AHMAD FADILAH
Iga Kuah Asam Pedas
Suka tidaknya seseorang terhadap makanan pedas ternyata bukan hanya dipengaruhi oleh faktor budaya dan kebiasaan saja. Faktor kepribadian ternyata turut berperan terhadap pilihan makanan.

Orang yang terbuka dan menyukai tantangan umumnya lebih menyukai makanan pedas. Demikian menurut kesimpulan studi terbaru.


Para peneliti melakukan tes kepribadian pada 184 orang tidak merokok yang berusia 18 hingga 45 tahun, Mereka melakukan itu untuk melihat apakah para peserta memiliki kepribadian menyukai tantangan, berani mengambil risiko dan pengalaman baru atau kepribadian sedatif yang kurang terbuka pada hal-hal menantang.


Selain itu, para peneliti juga meminta peserta untuk mengicip capcaisin, senyawa yang membuat sensasi pedas pada cabai, dengan level kepedasan yang berbeda. Para peserta kemudian diminta untuk memberikan skala kesukaan mereka pada makanan pedas sembari mencicip capcaisin yang memberikan sensasi terbakar pada lidah mereka.


Mereka yang menyukai tantangan tetap menjawab menyukai makanan pedas meskipun intensitas capcaisin ditingkatkan. Sementara mereka yang sedatif menjawab tidak menyukai makanan pedas.


"Secara teori kita tahu, intensitas pedas dan kesukaan terhadap makanan pedas berbanding lurus," ujar penulis studi Nadia Byrnes dari Pennsylvania State University.


Semakin pedas makanan, imbuhnya, seharusnya orang semakin tidak menyukainya. "Namun tidak selalu seperti itu," kata Byrnes.


Hasil studi ini masih dipresentasikan dalam pertemuan tahunan di Institute of Food Technologist, Chicago, sehingga data dan konklusi akhir masih menunggu hingga diterbitkan dalam jurnal.


Sumber :
»»  READMORE...

Jumat, 19 Juli 2013

Ini Ciri Khas Nyeri Dada karena Jantung

Ilustrasi
Setiap orang pasti pernah merasakan nyeri dada selama hidupnya. Bahkan dalam setahun setidaknya Anda pernah sekali merasa nyeri dada. Kebanyakan,akan langsung menghubungkan nyeri dada dengan sakit jantung, apalagi bila nyeri dadanya dirasakan di dada sebelah kiri.

Faktanya, nyeri dada akibat penyakit jantung lebih sedikit frekuensinya dibandingkan nyeri dada bukan akibat penyakit jantung. Penelitian terkait penyebab nyeri dada pernah dilakukan di Swiss dengan melibatkan 672 pasien. Pasien-pasien tersebut datang dengan keluhan nyeri dada. Namun setelah menjalani pemeriksaan, nyeri dada yang diakibatkan oleh penyakit jantung hanya sekitar 16 persen. Penyebab paling banyak ialah masalah otot, yakni sekitar 50 persen.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan terhadap 135 pasien anak-anak berusia 4-17 tahun. Anak-anak tersebut dibawa berobat karena mengeluhkan nyeri dada. Dari sekian banyak anak tersebut, nyeri dada yang diakibatkan oleh penyakit jantung hanya ditemukan pada 1 pasien saja. Sisanya nyeri dada diakibatkan tegang otot, psikis seperti rasa cemas, dan gangguan saluran cerna.

Namun bukan berarti kita tidak boleh anggap remeh nyeri dada. Nyeri dada yang ternyata diakibatkan jantung dapat berakibat fatal. Oleh karenanya, pengetahuan mengenai ciri-ciri nyeri dada yang disebabkan jantung amat penting.

Ciri nyeri dada yang disebabkan jantung

Nyeri didefinisikan sebagai sensasi tidak enak akibat kerusakan jaringan. Nyeri sebenarnya bersifat subyektif. Jantung akan memberikan sensasi nyeri bila terjadi ancaman kerusakan jaringan jantung. Penyebab terseringnya ialah kekurangan oksigen dan darah yang dapat muncul pada kondisi sumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung.

Tidak semua nyeri dada perlu dikhawatirkan berasal dari jantung. Beberapa karakteristik nyeri dada berikutlah yang patut diwaspadai berasal dari jantung.

Jantung terletak di tengah-tengah dada agak sedikit ke kiri. Oleh karena itu, tidak semua nyeri dada akibat jantung dirasakan di sebelah kiri. Bila yang mengalami kerusakan jantung sebelah kanan, maka nyeri yang dirasakan dapat berupa nyeri dada kanan. Jika yang mengalami kerusakan jaringan jantung belakang, maka dapat muncul gejala rasa tidak enak di punggung. Demikian pula bila bagian bawah jantung yang mengalami kerusakan, nyeri bisa dirasakan di ulu hati yang menyerupai gejala sakit maag.

Jantung termasuk organ dalam sehingga sifat nyerinya adalah nyeri yang tidak terlokalisasi. Artinya, Anda tidak akan dapat menunjuk letak nyeri hanya dengan satu jari. Biasanya, seorang pasien jantung akan menunjukkan tempat nyerinya dengan seluruh telapak tangannya ketika ditanya di mana letak nyeri dirasakan.

Sensasi nyeri dada akibat jantung biasanya bersifat tumpul. Nyeri dada seperti sensasi tertindih benda berat, tertekan, sesak berat, dan rasa terbakar. Namun, beberapa dari mereka juga dapat mengalami rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk.

Ciri khas lainnya adalah terdapat penjalaran. Nyeri yang diakibatkan oleh jantung dapat menjalar melalu saraf hingga ke bahu, lengan kiri, tembus ke punggung, dan leher. Tempat-tempat tersebut khas untuk penjalaran nyeri dari jantung.

Mengenai lama, nyeri dada dapat berbeda-beda tergantung berat-ringannya penyakit jantung yang diderita. Nyeri dada akibat penyempitan derajat ringan biasanya berlangsung kurang dari 20 menit. Sementara itu, nyeri akibat sumbatan total atau pada serangan jantung akut terjadi lebih dari 20 menit.

Nyeri dada akibat jantung terjadi pada saat kerja jantung kita meningkat, misal saat beraktivitas, sesaat setelah beraktivitas, sedang marah, emosi, atau stres. Nyeri berkurang dengan istirahat dan menenangkan diri.

Ciri khas lainnya ialah nyeri tidak dipengaruhi oleh posisi tubuh. Posisi berdiri, duduk, berbaring miring ke kanan, kiri, dan sebagainya tidak akan memengaruhi rasa nyeri. Demikian pula dengan pernapasan. Nyeri akibat jantung tidak bertambah sakit saat menarik ataupun mengembuskan napas. Jika nyeri bertambah dengan menarik napas, maka penyebab nyeri dada lebih dicurigai disebabkan oleh paru-paru atau otot dinding dada.

Nyeri dada akibat jantung umumnya diiringi oleh gejala saraf simpatis lainnya, yakni gejala seperti saat seseorang cemas. Gejala simpatis tersebut antara lain berkeringat dingin, denyut jantung cepat, lemas, mual, dan muntah.

Anda merasakan nyeri dada? atau orang sekitar Anda ada yang nyeri di dada? Coba cocokkan dengan karakteristik nyeri di atas. Jangan cepat-cepat takut bahwa nyeri dada yang dialami akibat jantung. Namun, bila agaknya karakteristiknya mengarah ke jantung, segera ke rumah sakit terdekat!

Semoga bermanfaat.

Sumber :
www.kompasiana.com
»»  READMORE...

Berbagai Mitos Terkait Susah Tidur

Ilustrasi


Tidur adalah kebutuhan biologis setiap manusia. Tidur akan meregenerasi sel dan mendapatkan kembali energi yang hilang saat beraktivitas. Tidur akan mengembalikan performa terbaik seseorang. Namun tidak semua orang bisa menjalani tidur dengan baik.
Parahnya, keadaan tersebut kerap diremehkan. Padahal bila berlanjut, akan merugikan penderita. Bila sulit tidur sudah amat mengganggu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Berikut mitos terkait sulit tidur yang kerap beredar :
1. Mengkonsumsi minuman keras sebelum tidur
Minuman keras sebelum tidur bukanlah ide yang baik. Alkohol memang membantu tidur. Namun saat masuk ke dalam tubuh, alkohol akan merusak, menyebabkan tidur tidak efektif, atau membuat bangun lebih cepat.
2. Insomnia semata masalah psikologi
Pemicu insomnia bukan hanya masalah psikologi. Beberapa hal bisa menyebabkan insomnia seperti kebersihan tempat tidur, sakit, efek samping obat, penyakit kronis, atau sleep apnea.
3. Menonton merangsang kantuk
Lampu dan suara televisi dan komputer mengurangi produksi melatonin. Padahal, melatonin mempersingkat waktu sampai merasa ngantuk. Jika ingin merasa ngantuk, lebih baik mendengarkan musik atau radio.
4. Obat tidur tidak berisiko
Obat tidur memang lebih aman dan efektif, dibanding lainnya. Namun seluruh obat berpotensi risiko, termasuk ketergantungan. Obat tidur bisa meredakan gejala temporer insomnia, namun tidak menyembuhkan. Memperbaiki lingkungan tidur dan kesehatan adalah cara terbaik mengobati insomnia.
5. Kurang tidur bisa diganti di lain hari
Jam tidur tidak bisa diganti. Tidur 1-2 hari atau sepanjang weekend justru merusak jam metabolisme kita. Gangguan ini justru membuat sulit tidur di kemudian hari. Cara memenuhinya hanya dengan kembali ke jadwal tidur semula.
6. Tidur siang membantu insomnia
Pertolongan tidur siang bergantung pada orang dan tidur siang itu sendiri. Untuk beberapa orang tidur siang 10-20 menit bisa menyegarkan. Namun untuk orang dengan insomnia, tidur siang menurunkan keinginan otak untuk tidur saat malam hari.
7. Membiasakan diri tidur lebih sedikit
Seseorang bisa membiasakan diri tidur dengan jam lebih sedikit. Namun tubuh tidak bisa dilatih untuk hal yang sama. Setiap orang lahir dengan keperluan tidur. Dewasa sedikitnya membutuhkan 8 jam. Kurang tidur mengakibatkan konsekuensi serius, misal performa kerja yang buruk dan risiko kecelakaan.
8. Masalah tidur pergi sendiri
Masalah tidur tidak akan pergi sampai diketahui penyebabnya. Bila merasa terus menerus ngantuk atau sebaliknya, segera pergi ke dokter untuk suatu penanganan.

Sumber :
»»  READMORE...

Usir Lelah dengan 5 Kebiasaan Ini

Ilustrasi
Ngopi sejenak di sela-sela kesibukan mungkin bisa mengurangi rasa lelah yang sudah mulai terasa sebelum hari berakhir. Namun sebenarnya, perubahan-perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari mungkin bisa mengurangi rasa lelah.

Bahkan sedikit perubahan itu bisa membuat Anda merasa lebih waspada, positif, dan bersemangat sepanjang hari. Inilah 5 perubahan tersebut.

1. Pilih sarapan yang tepat

Makan makanan yang minim kandungan gizi di pagi hari dapat menurunkan kadar energi sepanjang hari. Maka mulailah hari dengan memilih jenis sarapan yang bergizi. Makanan tinggi serat, karbohidrat kompleks, dan protein dapat menjadi bahan bakar yang menjaga tubuh dari rasa lelah.

2. Sempatkan berolahraga

Menyempatkan berolahraga di tengah kesibukan mungkin terdengar tidak mungkin. Namun selama ada keinginan kuat, hal itu bisa tercapai. Olahraga bisa dilakukan di pagi hari sebelum bekerja, setelah makan siang, ataupun seusai bekerja. Olahraga mampu meningkatkan endorfin dan memberi energi yang melawan lelah. Olahraga teratur akan membantu tidur lebih nyenyak dan bangun lebih waspada.

3. Cukup minum

Cukup cairan merupakan kunci pencernaan sehat, kulit bercahaya, dan perlawanan terhadap lelah. Faktanya, lelah merupakan tanda-tanda tubuh kurang cairan. Maka jangan lupakan minum meski tengah sibuk bekerja.

4. Sempatkan beristirahat

Kadang berjalan-jalan kecil dapat menyegarkan kembali pikiran sehingga menjadi cara alami menangkal lelah. Jika tubuh mulai terasa lelah, tidak ada salahnya meninggalkan meja sejenak untuk sekadar berjalan menghirup udara luar.

5. Matikan peralatan elektronik sebelum tidur

Tidur merupakan kebutuhan untuk memperbaiki fungsi tubuh. Namun peralatan elektronik seperti handphone, laptop, ataupun televisi yang ada di sekitar Anda saat Anda tidur akan mengganggu pola tidur. Hal itu akan berpengaruh terhadap rasa lelah saat bangun keesokan harinya. Maka sebaiknya matikan dan jauhkan alat elektronik minimal 20 menit sebelum tidur.


Sumber :
»»  READMORE...

Terkuak, Misteri Gen Penyebab Kegemukan

Ilustrasi penurunan berat badan
Gemuk mungkin menjadi mimpi buruk kebanyakan orang karena ini dapat menjadi indikasi adanya risiko bagi kesehatan. Tak ayal setiap orang berjuang untuk menghindari kegemukan.

Namun, pada beberapa orang, perjuangan ini seolah tak berarti. Mereka tetap saja gemuk, padahal sudah berupaya membatasi makanan. Beberapa di antaranya ternyata terlahir dari keluarga yang gemuk.

Pada penelitian terbaru, ilmuwan berhasil membuka misteri gen yang menyebabkan kegemukan. Gen yang disebut FTO ini dapat meningkatkan risiko obesitas pada 1 dari 6 orang.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Investigation menunjukkan, gen ini dapat membuat keinginan seseorang menyantap hidangan berlemak lebih besar. Gen ini juga memengaruhi kadar hormon ghrelin. Ini adalah hormon yang meningkatkan rasa lapar dan menambah nafsu makan.

Setiap orang memiliki dua salinan/kopi gen FTO, masing-masing berasal dari ayah dan ibu.  Setiap salinan ini hadir dalam bentuk yang berisiko tinggi dan rendah. Orang yang mewarisi dua salinan FTO dalam bentuk risiko tinggi, 70 persen cenderung mengalami obesitas.

Pada penelitian ini, ilmuwan dari University College of London menguji dua kelompok pria, yang memiliki berat badan normal. Namun, satu kelompok memiliki FTO risiko lebih tinggi. Riset ini dilakukan dengan melakukan dua kali pengujian.

Pengujian pertama melihat kadar ghrelin pada 10 pria di setiap kelompok. Kadar hormon setelah makan tidak mengalami penurunan yang drastis pada responden berisiko tinggi. Ghrelin mereka juga naik lebih cepat.

Pada pengujian lain mengunakan alat scan otak, pria dengan gen berisiko tinggi tampak menunjukkan minat yang lebih besar pada jenis makanan tinggi lemak, lebih menarik dibanding  pria yang berisiko rendah.

"Otak mereka (pria dengan gen risiko tinggi)  tertarik pada makanan apa saja dengan kalori tinggi. Mereka secara biologis diprogram untuk makan banyak," ujar kepala pusat penelitian obesitas di University College London, Dr Rachel Batterham, seperti dilansir situs BBC News.

Namun, pria dengan FTO risiko tinggi bukannya tidak bisa ditolong. Aktivitas fisik seperti bersepeda adalah cara terbaik menurunkan kadar ghrelin. Hal yang sama juga diperoleh pada konsumsi makanan berprotein. Batterham mengatakan apa saja yang menekan produksi ghrelin efektif pada pria dengan FTO risiko tinggi.


Sumber :
»»  READMORE...

Tubuh Gemuk, Warisan atau Gaya Hidup?

Ilustrasi



“Battle Your Biology? Fat Chance!”, adalah sebuah headline yang menjadi topik hangat dalam rubrik kesehatan harian The New York Post yang dirilis beberapa waktu lalu.

Mengutip dari berbagai penelitian para ahli gizi dan dokter, di dalam artikel tersebut dituliskan bahwa faktor genetik (baca: keturunan.red) turut mempengaruhi berat badan seseorang. Jadi, jika Anda gampang gemuk, itu bukan salah Anda sepenuhnya. Benarkah demikian?

Dr. James Rosen, seorang professor dari the University of Vermont menyatakan, “Kami mengetahui bahwa di luar faktor lingkungan dan perilaku seseorang, faktor genetik juga berperan besar dalam menentukan berat badan seseorang.”

Sementara faktor genetik berpengaruh terhadap berat badan dan membuat seseorang mewarisi gen gemuk dari orang tuanya, maka cara yang paling tepat untuk mencegah berat badan bertambah adalah, bersedia bertanggung jawab untuk diri sendiri dan berusaha untuk melakukan perubahan. Ingat, meski diwariskan secara genetik, kegemukan masih bisa dicegah.
Kegemukan & Tipe Tubuh

Pada tahun 1930-an, psikolog Harvard Dr William H. Sheldon mengembangkan sistem klasifikasi untuk jenis tubuh berbeda yang disebut “somatotyping.” Somatotyping merupakan sistem klasifikasi tubuh berdasarkan jenis tubuh masing-masing individu yang dibagi ke dalam 3 jenis berbeda yaitu, ectomorph, mesomorphs dan endomorphs.

Tipe tubuh ectomorph adalah bentuk tubuh yang terlihat kurus. Pemilik tubuh ini biasanya memiliki metabolisme cepat dan lemak tubuh yang rendah. Bahkan saat mengonsumsi banyak makanan sekali pun, berat badan mereka sulit bertambah.

Mesomorph adalah bentuk tubuh yang atletis dengan tubuh padat dan cenderung berotot. Tipe tubuh ini biasanya paling mudah membentuk tubuh dan mendapatkan massa otot.

Sedangkan Endomorphs adalah seseorang yang cenderung bertubuh gemuk, memiliki massa otot sedikit dan banyak menimbun lemak. Berat badan mesomorph akan mudah naik jika mengonsumsi makanan tertentu.

Endomorphs memproduksi terlalu banyak insulin ketika mengonsumsi karbohidrat. Inilah salah satu faktor penyebab meningkatnya penyimpanan lemak dan kesulitan dalam menurunkan lemak yang sudah ada. Kondisi ini dikenal sebagai “resistensi insulin” atau “Sindrom X.”

Hormon dan Berat Badan

Para ilmuwan mengklaim bahwa kecenderungan berat badan bertambah bagi pemilik tubuh Endomorph juga karena ketidakseimbangan kimia dalam otak yang menyebabkan orang untuk makan berlebihan. Kandungan kimia ini disebut ghrelin.

Ghrelin adalah hormon yang diproduksi oleh sel-sel lapisan P/D1 dari lambung manusia dan sel epsilon dari pankreas yang merangsang rasa lapar. Tingkat ghrelin meningkat sebelum makan dan menurun setelah makan.

Ghrelin dapat memicu akumulasi lemak terutama di daerah perut (obesitas visceral) yang dapat engakibatkan tekanan darah tinggi hingga diabetes tipe-2.

Bahkan, penelitian lebih lanjut menyebutkan, ketika seseorang diberi suntikan ghrelin dan kemudian dipersilahkan untuk makan, mereka makan 30 persen lebih banyak dari biasanya!

Pada dasarnya, apa yang kalangan medis sedang mencoba memberitahu Anda adalah bahwa jika Anda mengalami kelebihan berat badan, bukan hanya gaya hidup saja yang mempengaruhinya, tetapi secara genetik mungkin Anda sudah mewarisinya.

Para ahli juga menyarankan agar usaha menurunkan berat badan secara instan tanpa diimbangi dengan pengaturan pola makan dan latihan yang tepat sebaiknya dihindari sejak dini.

Penggunaan obat-obatan terkadang tidak pernah bisa menjadi solusi yang sehat. Para pakar diet sepakat jika cara paling sehat untuk menurunkan berat badan adalah dengan menjaga pola makan, olahraga, disertai kesabaran dan ketekunan.

Semua Orang Bisa Menurunkan Berat Badan

Dr Thomas Wadden, seorang psikolog dari Syracuse University, mengatakan, “Jika Anda memiliki kecenderungan genetik terhadap obesitas, Anda dapat mengurangi lemak seperti orang lain. Tidak ada yang ditakdirkan untuk menjadi gemuk, karena pada intinya semua orang bisa menurunkan berat badan.” seperti dikutip muscleandstrength.

“Anda hanya harus bekerja lebih keras dan lebih lama itu daripada orang lain. Hasilnya mungkin tidak akan sekurus yang Anda bayangkan, tetapi Anda dapat menurunkan berat badan.” tambah Wadden.

Bukanlah hal yang bijak jika Anda harus menyerah hanya karena memiliki faktor genetik penyebab kegemukan. Memunculkan alasan yang membuat diri Anda pasrah dan tidak mau berbuat apa-apa untuk menurunkan berat badan malah membuat berat badan makin bertambah.

So, mulailah mengambil tanggung jawab dan lakukan perubahan sehat dalam hidup agar ‘warisan gemuk’ tidak menghantui Anda selamanya.


Sumber :
»»  READMORE...

Senin, 01 Juli 2013

9 Makanan Pengurang Sakit


Obat-obatan analgesik ternyata tak selalu tepat untuk meredakan rasa sakit. Namun, obat tersebut pada umumnya tidak bisa mengobati sumber sakitnya. Jika ingin mencoba cara alami, Anda bisa mencoba beberapa jenis buah, herbal, atau bahan pangan, yang cukup efektif menekan rasa sakit sekaligus menyembuhkan sakitnya.

Berikut enam penyakit umum dengan makanan yang dapat membantu melawan rasa sakit.


1. Nyeri sendi


Makanan obat: ceri, kunyit

Sebuah penelitian awal mengindikasikan bahwa memakan 20 buah ceri memiliki efek yang sama efektifnya dengan obat analgesik dalam mengurangi rasa sakit pada sendi. Sementara studi lainnya menunjukkan bahwa memakan sekitar 45 buah ceri setiap hari dapat mengurangi protein C-reaktif yang merupakan pencetus utama inflamasi sebanyak 25 persen. Senyawa dalam kunyit yang disebut kurkumin juga dapat mengurangi rasa sakit seefektif obat analgesik pada pasien gangguan sendi lutut.

2. Pegal otot


Makanan obat: jahe

Pegal otot yang biasanya dirasakan sehabis olahraga bisa dicegah dengan jahe. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan orang yang angkat beban mengalami 25 persen pengurangan pegal otot setelah 24 jam sebelumnya mengonsumsi setengah sendok teh jahe. Para peneliti menyimpulkan hal ini berkat gingerol, antioksidan yang memiliki efek antiinflamasi yang ditemukan dalam jahe.

3. Heartburn


Makanan obat: kacang

Heartburn atau rasa panas di sekitar dada akibat naiknya asam lambung dapat diatasi dengan kacang. Studi dalam jurnal Gut menemukan, orang yang rutin mengonsumsi makanan tinggi serat seperti kacang memiliki risiko 20 persen lebih kecil mengalami heartburn dibandingkan mereka yang tidak. Hal tersebut mungkin dikarenakan karena serat menggerakan makanan dengan cepat sehingga mencegah refluks.

4. Nyeri pencernaan


Makanan obat: peppermint, kelapa

Rasa mentol yang segar dari peppermint berperan sebagai karminatif yang dapat mengatasi kembung. Peppermint juga dapat  mengurangi ketegangan otot sehingga dapat mengatasi kram.

Sedangkan kelapa sangat baik untuk mengatasi diare lantaran khasiat antiinflamasi dan antimikrobanya. Reardon menyarankan untuk mengonsumsi 1 hingga 3 sendok teh kelapa parut tanpa gula.


5. Kram pre menstruation syndrome (PMS)


Makanan obat: kacang

Kacang seperti almond memiliki tinggi kandungan riboflavin yang dapat mengurangi kram akibat PMS hingga sepertiganya.

6. Sakit kepala


Makanan obat: kopi, biji labu

Sakit kepala diakibatkan pelebaran pembuluh darah di kepala, dan minuman seperti kopi mungkin dapat meringankannya karena adanya efek menyempitkan pembuluh darah. Sementara, sakit kepala migrain dapat diakibatkan kekurangan magnesium. Sehingga konsumsi makanan tinggi magnesium seperti biji labu mungkin dapat menenangkan saraf dan mengurangi tegang otot yang dialami saat migrain.

Sumber :
prevention
»»  READMORE...