Social Icons

Jumat, 19 Juli 2013

Berbagai Mitos Terkait Susah Tidur

Ilustrasi


Tidur adalah kebutuhan biologis setiap manusia. Tidur akan meregenerasi sel dan mendapatkan kembali energi yang hilang saat beraktivitas. Tidur akan mengembalikan performa terbaik seseorang. Namun tidak semua orang bisa menjalani tidur dengan baik.
Parahnya, keadaan tersebut kerap diremehkan. Padahal bila berlanjut, akan merugikan penderita. Bila sulit tidur sudah amat mengganggu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Berikut mitos terkait sulit tidur yang kerap beredar :
1. Mengkonsumsi minuman keras sebelum tidur
Minuman keras sebelum tidur bukanlah ide yang baik. Alkohol memang membantu tidur. Namun saat masuk ke dalam tubuh, alkohol akan merusak, menyebabkan tidur tidak efektif, atau membuat bangun lebih cepat.
2. Insomnia semata masalah psikologi
Pemicu insomnia bukan hanya masalah psikologi. Beberapa hal bisa menyebabkan insomnia seperti kebersihan tempat tidur, sakit, efek samping obat, penyakit kronis, atau sleep apnea.
3. Menonton merangsang kantuk
Lampu dan suara televisi dan komputer mengurangi produksi melatonin. Padahal, melatonin mempersingkat waktu sampai merasa ngantuk. Jika ingin merasa ngantuk, lebih baik mendengarkan musik atau radio.
4. Obat tidur tidak berisiko
Obat tidur memang lebih aman dan efektif, dibanding lainnya. Namun seluruh obat berpotensi risiko, termasuk ketergantungan. Obat tidur bisa meredakan gejala temporer insomnia, namun tidak menyembuhkan. Memperbaiki lingkungan tidur dan kesehatan adalah cara terbaik mengobati insomnia.
5. Kurang tidur bisa diganti di lain hari
Jam tidur tidak bisa diganti. Tidur 1-2 hari atau sepanjang weekend justru merusak jam metabolisme kita. Gangguan ini justru membuat sulit tidur di kemudian hari. Cara memenuhinya hanya dengan kembali ke jadwal tidur semula.
6. Tidur siang membantu insomnia
Pertolongan tidur siang bergantung pada orang dan tidur siang itu sendiri. Untuk beberapa orang tidur siang 10-20 menit bisa menyegarkan. Namun untuk orang dengan insomnia, tidur siang menurunkan keinginan otak untuk tidur saat malam hari.
7. Membiasakan diri tidur lebih sedikit
Seseorang bisa membiasakan diri tidur dengan jam lebih sedikit. Namun tubuh tidak bisa dilatih untuk hal yang sama. Setiap orang lahir dengan keperluan tidur. Dewasa sedikitnya membutuhkan 8 jam. Kurang tidur mengakibatkan konsekuensi serius, misal performa kerja yang buruk dan risiko kecelakaan.
8. Masalah tidur pergi sendiri
Masalah tidur tidak akan pergi sampai diketahui penyebabnya. Bila merasa terus menerus ngantuk atau sebaliknya, segera pergi ke dokter untuk suatu penanganan.

Sumber :
»»  READMORE...

Usir Lelah dengan 5 Kebiasaan Ini

Ilustrasi
Ngopi sejenak di sela-sela kesibukan mungkin bisa mengurangi rasa lelah yang sudah mulai terasa sebelum hari berakhir. Namun sebenarnya, perubahan-perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari mungkin bisa mengurangi rasa lelah.

Bahkan sedikit perubahan itu bisa membuat Anda merasa lebih waspada, positif, dan bersemangat sepanjang hari. Inilah 5 perubahan tersebut.

1. Pilih sarapan yang tepat

Makan makanan yang minim kandungan gizi di pagi hari dapat menurunkan kadar energi sepanjang hari. Maka mulailah hari dengan memilih jenis sarapan yang bergizi. Makanan tinggi serat, karbohidrat kompleks, dan protein dapat menjadi bahan bakar yang menjaga tubuh dari rasa lelah.

2. Sempatkan berolahraga

Menyempatkan berolahraga di tengah kesibukan mungkin terdengar tidak mungkin. Namun selama ada keinginan kuat, hal itu bisa tercapai. Olahraga bisa dilakukan di pagi hari sebelum bekerja, setelah makan siang, ataupun seusai bekerja. Olahraga mampu meningkatkan endorfin dan memberi energi yang melawan lelah. Olahraga teratur akan membantu tidur lebih nyenyak dan bangun lebih waspada.

3. Cukup minum

Cukup cairan merupakan kunci pencernaan sehat, kulit bercahaya, dan perlawanan terhadap lelah. Faktanya, lelah merupakan tanda-tanda tubuh kurang cairan. Maka jangan lupakan minum meski tengah sibuk bekerja.

4. Sempatkan beristirahat

Kadang berjalan-jalan kecil dapat menyegarkan kembali pikiran sehingga menjadi cara alami menangkal lelah. Jika tubuh mulai terasa lelah, tidak ada salahnya meninggalkan meja sejenak untuk sekadar berjalan menghirup udara luar.

5. Matikan peralatan elektronik sebelum tidur

Tidur merupakan kebutuhan untuk memperbaiki fungsi tubuh. Namun peralatan elektronik seperti handphone, laptop, ataupun televisi yang ada di sekitar Anda saat Anda tidur akan mengganggu pola tidur. Hal itu akan berpengaruh terhadap rasa lelah saat bangun keesokan harinya. Maka sebaiknya matikan dan jauhkan alat elektronik minimal 20 menit sebelum tidur.


Sumber :
»»  READMORE...

Terkuak, Misteri Gen Penyebab Kegemukan

Ilustrasi penurunan berat badan
Gemuk mungkin menjadi mimpi buruk kebanyakan orang karena ini dapat menjadi indikasi adanya risiko bagi kesehatan. Tak ayal setiap orang berjuang untuk menghindari kegemukan.

Namun, pada beberapa orang, perjuangan ini seolah tak berarti. Mereka tetap saja gemuk, padahal sudah berupaya membatasi makanan. Beberapa di antaranya ternyata terlahir dari keluarga yang gemuk.

Pada penelitian terbaru, ilmuwan berhasil membuka misteri gen yang menyebabkan kegemukan. Gen yang disebut FTO ini dapat meningkatkan risiko obesitas pada 1 dari 6 orang.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Investigation menunjukkan, gen ini dapat membuat keinginan seseorang menyantap hidangan berlemak lebih besar. Gen ini juga memengaruhi kadar hormon ghrelin. Ini adalah hormon yang meningkatkan rasa lapar dan menambah nafsu makan.

Setiap orang memiliki dua salinan/kopi gen FTO, masing-masing berasal dari ayah dan ibu.  Setiap salinan ini hadir dalam bentuk yang berisiko tinggi dan rendah. Orang yang mewarisi dua salinan FTO dalam bentuk risiko tinggi, 70 persen cenderung mengalami obesitas.

Pada penelitian ini, ilmuwan dari University College of London menguji dua kelompok pria, yang memiliki berat badan normal. Namun, satu kelompok memiliki FTO risiko lebih tinggi. Riset ini dilakukan dengan melakukan dua kali pengujian.

Pengujian pertama melihat kadar ghrelin pada 10 pria di setiap kelompok. Kadar hormon setelah makan tidak mengalami penurunan yang drastis pada responden berisiko tinggi. Ghrelin mereka juga naik lebih cepat.

Pada pengujian lain mengunakan alat scan otak, pria dengan gen berisiko tinggi tampak menunjukkan minat yang lebih besar pada jenis makanan tinggi lemak, lebih menarik dibanding  pria yang berisiko rendah.

"Otak mereka (pria dengan gen risiko tinggi)  tertarik pada makanan apa saja dengan kalori tinggi. Mereka secara biologis diprogram untuk makan banyak," ujar kepala pusat penelitian obesitas di University College London, Dr Rachel Batterham, seperti dilansir situs BBC News.

Namun, pria dengan FTO risiko tinggi bukannya tidak bisa ditolong. Aktivitas fisik seperti bersepeda adalah cara terbaik menurunkan kadar ghrelin. Hal yang sama juga diperoleh pada konsumsi makanan berprotein. Batterham mengatakan apa saja yang menekan produksi ghrelin efektif pada pria dengan FTO risiko tinggi.


Sumber :
»»  READMORE...

Tubuh Gemuk, Warisan atau Gaya Hidup?

Ilustrasi



“Battle Your Biology? Fat Chance!”, adalah sebuah headline yang menjadi topik hangat dalam rubrik kesehatan harian The New York Post yang dirilis beberapa waktu lalu.

Mengutip dari berbagai penelitian para ahli gizi dan dokter, di dalam artikel tersebut dituliskan bahwa faktor genetik (baca: keturunan.red) turut mempengaruhi berat badan seseorang. Jadi, jika Anda gampang gemuk, itu bukan salah Anda sepenuhnya. Benarkah demikian?

Dr. James Rosen, seorang professor dari the University of Vermont menyatakan, “Kami mengetahui bahwa di luar faktor lingkungan dan perilaku seseorang, faktor genetik juga berperan besar dalam menentukan berat badan seseorang.”

Sementara faktor genetik berpengaruh terhadap berat badan dan membuat seseorang mewarisi gen gemuk dari orang tuanya, maka cara yang paling tepat untuk mencegah berat badan bertambah adalah, bersedia bertanggung jawab untuk diri sendiri dan berusaha untuk melakukan perubahan. Ingat, meski diwariskan secara genetik, kegemukan masih bisa dicegah.
Kegemukan & Tipe Tubuh

Pada tahun 1930-an, psikolog Harvard Dr William H. Sheldon mengembangkan sistem klasifikasi untuk jenis tubuh berbeda yang disebut “somatotyping.” Somatotyping merupakan sistem klasifikasi tubuh berdasarkan jenis tubuh masing-masing individu yang dibagi ke dalam 3 jenis berbeda yaitu, ectomorph, mesomorphs dan endomorphs.

Tipe tubuh ectomorph adalah bentuk tubuh yang terlihat kurus. Pemilik tubuh ini biasanya memiliki metabolisme cepat dan lemak tubuh yang rendah. Bahkan saat mengonsumsi banyak makanan sekali pun, berat badan mereka sulit bertambah.

Mesomorph adalah bentuk tubuh yang atletis dengan tubuh padat dan cenderung berotot. Tipe tubuh ini biasanya paling mudah membentuk tubuh dan mendapatkan massa otot.

Sedangkan Endomorphs adalah seseorang yang cenderung bertubuh gemuk, memiliki massa otot sedikit dan banyak menimbun lemak. Berat badan mesomorph akan mudah naik jika mengonsumsi makanan tertentu.

Endomorphs memproduksi terlalu banyak insulin ketika mengonsumsi karbohidrat. Inilah salah satu faktor penyebab meningkatnya penyimpanan lemak dan kesulitan dalam menurunkan lemak yang sudah ada. Kondisi ini dikenal sebagai “resistensi insulin” atau “Sindrom X.”

Hormon dan Berat Badan

Para ilmuwan mengklaim bahwa kecenderungan berat badan bertambah bagi pemilik tubuh Endomorph juga karena ketidakseimbangan kimia dalam otak yang menyebabkan orang untuk makan berlebihan. Kandungan kimia ini disebut ghrelin.

Ghrelin adalah hormon yang diproduksi oleh sel-sel lapisan P/D1 dari lambung manusia dan sel epsilon dari pankreas yang merangsang rasa lapar. Tingkat ghrelin meningkat sebelum makan dan menurun setelah makan.

Ghrelin dapat memicu akumulasi lemak terutama di daerah perut (obesitas visceral) yang dapat engakibatkan tekanan darah tinggi hingga diabetes tipe-2.

Bahkan, penelitian lebih lanjut menyebutkan, ketika seseorang diberi suntikan ghrelin dan kemudian dipersilahkan untuk makan, mereka makan 30 persen lebih banyak dari biasanya!

Pada dasarnya, apa yang kalangan medis sedang mencoba memberitahu Anda adalah bahwa jika Anda mengalami kelebihan berat badan, bukan hanya gaya hidup saja yang mempengaruhinya, tetapi secara genetik mungkin Anda sudah mewarisinya.

Para ahli juga menyarankan agar usaha menurunkan berat badan secara instan tanpa diimbangi dengan pengaturan pola makan dan latihan yang tepat sebaiknya dihindari sejak dini.

Penggunaan obat-obatan terkadang tidak pernah bisa menjadi solusi yang sehat. Para pakar diet sepakat jika cara paling sehat untuk menurunkan berat badan adalah dengan menjaga pola makan, olahraga, disertai kesabaran dan ketekunan.

Semua Orang Bisa Menurunkan Berat Badan

Dr Thomas Wadden, seorang psikolog dari Syracuse University, mengatakan, “Jika Anda memiliki kecenderungan genetik terhadap obesitas, Anda dapat mengurangi lemak seperti orang lain. Tidak ada yang ditakdirkan untuk menjadi gemuk, karena pada intinya semua orang bisa menurunkan berat badan.” seperti dikutip muscleandstrength.

“Anda hanya harus bekerja lebih keras dan lebih lama itu daripada orang lain. Hasilnya mungkin tidak akan sekurus yang Anda bayangkan, tetapi Anda dapat menurunkan berat badan.” tambah Wadden.

Bukanlah hal yang bijak jika Anda harus menyerah hanya karena memiliki faktor genetik penyebab kegemukan. Memunculkan alasan yang membuat diri Anda pasrah dan tidak mau berbuat apa-apa untuk menurunkan berat badan malah membuat berat badan makin bertambah.

So, mulailah mengambil tanggung jawab dan lakukan perubahan sehat dalam hidup agar ‘warisan gemuk’ tidak menghantui Anda selamanya.


Sumber :
»»  READMORE...

Senin, 01 Juli 2013

9 Makanan Pengurang Sakit


Obat-obatan analgesik ternyata tak selalu tepat untuk meredakan rasa sakit. Namun, obat tersebut pada umumnya tidak bisa mengobati sumber sakitnya. Jika ingin mencoba cara alami, Anda bisa mencoba beberapa jenis buah, herbal, atau bahan pangan, yang cukup efektif menekan rasa sakit sekaligus menyembuhkan sakitnya.

Berikut enam penyakit umum dengan makanan yang dapat membantu melawan rasa sakit.


1. Nyeri sendi


Makanan obat: ceri, kunyit

Sebuah penelitian awal mengindikasikan bahwa memakan 20 buah ceri memiliki efek yang sama efektifnya dengan obat analgesik dalam mengurangi rasa sakit pada sendi. Sementara studi lainnya menunjukkan bahwa memakan sekitar 45 buah ceri setiap hari dapat mengurangi protein C-reaktif yang merupakan pencetus utama inflamasi sebanyak 25 persen. Senyawa dalam kunyit yang disebut kurkumin juga dapat mengurangi rasa sakit seefektif obat analgesik pada pasien gangguan sendi lutut.

2. Pegal otot


Makanan obat: jahe

Pegal otot yang biasanya dirasakan sehabis olahraga bisa dicegah dengan jahe. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan orang yang angkat beban mengalami 25 persen pengurangan pegal otot setelah 24 jam sebelumnya mengonsumsi setengah sendok teh jahe. Para peneliti menyimpulkan hal ini berkat gingerol, antioksidan yang memiliki efek antiinflamasi yang ditemukan dalam jahe.

3. Heartburn


Makanan obat: kacang

Heartburn atau rasa panas di sekitar dada akibat naiknya asam lambung dapat diatasi dengan kacang. Studi dalam jurnal Gut menemukan, orang yang rutin mengonsumsi makanan tinggi serat seperti kacang memiliki risiko 20 persen lebih kecil mengalami heartburn dibandingkan mereka yang tidak. Hal tersebut mungkin dikarenakan karena serat menggerakan makanan dengan cepat sehingga mencegah refluks.

4. Nyeri pencernaan


Makanan obat: peppermint, kelapa

Rasa mentol yang segar dari peppermint berperan sebagai karminatif yang dapat mengatasi kembung. Peppermint juga dapat  mengurangi ketegangan otot sehingga dapat mengatasi kram.

Sedangkan kelapa sangat baik untuk mengatasi diare lantaran khasiat antiinflamasi dan antimikrobanya. Reardon menyarankan untuk mengonsumsi 1 hingga 3 sendok teh kelapa parut tanpa gula.


5. Kram pre menstruation syndrome (PMS)


Makanan obat: kacang

Kacang seperti almond memiliki tinggi kandungan riboflavin yang dapat mengurangi kram akibat PMS hingga sepertiganya.

6. Sakit kepala


Makanan obat: kopi, biji labu

Sakit kepala diakibatkan pelebaran pembuluh darah di kepala, dan minuman seperti kopi mungkin dapat meringankannya karena adanya efek menyempitkan pembuluh darah. Sementara, sakit kepala migrain dapat diakibatkan kekurangan magnesium. Sehingga konsumsi makanan tinggi magnesium seperti biji labu mungkin dapat menenangkan saraf dan mengurangi tegang otot yang dialami saat migrain.

Sumber :
prevention
»»  READMORE...

Rajin Makan Ikan Cegah Kanker Payudara


Kanker payudara memang masih menjadi momok bagi kaum wanita. Namun penyakit ini bisa kita cegah dengan melakukan gaya hidup sehat, antara lain rajin makan ikan yang kaya akan asam lemak omega-3.

Para peneliti dari China menganalisa 26 studi internasional yang melibatkan 900.000 wanita, termasuk 20.000 di antaranya menderita kanker payudara. Mereka menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi asam lemak omega-3 dari ikan paling sering memiliki penurunan risiko kena kanker payudara 14 persen lebih kecil.


Hasil studi juga menunjukkan hubungan penurunan risiko dengan dosis. Disebutkan, setiap 0,1 gram peningkatan konsumsi kadar omega-3 per hari dikaitkan dengan 5 persen penurunan risiko kanker payudara. Sebagai perbandingan, satu sajian ikan salmon mengandung 4 gram asam lemak omega-3.


Asam lemak omega-3 merupakan tipe lemak tidak jenuh yang telah diketahui dapat mencegah penyakit jantung dan kanker.


Meski demikian, para peneliti mengatakan konsumsi asam lemak omega-3 dari tumbuhan tidak menunjukkan efek yang sama dalam pengurangan risiko kanker payudara.


Selain itu, mereka juga menemukan manfaat omega-3 untuk mengurangi risiko kanker payudara berbeda pada setiap populasi. Pada orang Asia, mungkin manfaatnya tidak sebesar orang Barat. Menurut para peneliti hal ini mungkin terjadi lantaran perbedaaan sumber omega-3 yang dimakan.


Manfaat omega-3 dalam ikan dinilai paling baik untuk menekan risiko kanker payudara. Sementara belum jelas apakah konsumsi omega-3 dari suplemen juga memberikan efek yang sama.


Sebuah tinjauan dari 48 studi menyimpulkan bahwa masih belum jelas konsumsi omega-3, baik dari makanan ataupun suplemen, dapat mengubah risiko penyakit jantung atau kanker. Namun bukan berarti orang harus menghentikan diet kaya omega-3.

Sumber :
»»  READMORE...

Wanita Ini Mengalami "Orgasme Kaki"

 
Seorang wanita 55 tahun asal Belanda mengunjungi dokter lantaran sebuah keluhan aneh. Ia mengalami orgasme yang tidak diinginkan yang terjadi dimulai dari kakinya.

Sensasi orgasme yang terjadi di kaki kirinya terjadi dengan tiba-tiba, bukan dari hasrat atau pikiran seksual. Bahkan sensasi tersebut dapat dirasakan sekitar lima hingga enam kali per hari. Sensasi dimulai dari kaki kemudian menjalar ke betis, paha, hingga vagina. Wanita itu pun merasakan sensasi orgasme yang sama seperti saat berhubungan seks.

Dokter yang menanganinya, dr. Marcel D. Waldinger mengatakan, orgasme ini sangat memalukan dan mencemaskan bagi wanita ini.

"Ini sangat buruk baginya," ujar ahli saraf dan profesor psikofarmakologi seksual di Utrecht University, Belanda.

Hasil pemindaian otak dengan magnetic resonance images (MRI) menunjukkan adanya ketidaknormalan pada otak dan kaki wanita tersebut. Sedangkan tes lainnya menunjukkan adanya perbedaan saraf antara kaki kanan dan kirinya. Rangsangan listrik di kaki kirinya dapat menimbulkan orgasme spontan.

Dokter kemudian mengobati wanita dengan suntikan bius pada saraf tulang belakang yang menerima informasi rangsang dari kaki. Hasilnya postif, orgasme tidak lagi terjadi sejauh ini hingga delapan bulan. Waldinger mengatakan, mungkin ia membutuhkan suntikan lagi jika mulai merasakan orgasme kaki kembali.

Menurut para peneliti, fenomena ini merupakan hasil dari kekacauan di otak. Mereka mengatakan, otak wanita itu tidak dapat membedakan lagi vagina dengan kaki, sehingga rangsangan di kaki juga mampu membuatnya orgasme.

Faktanya, satu setengah tahun sebelum orgasme kaki terjadi, wanita itu sempat dirawat selama tiga minggu di intensive care unit (ICU) dalam keadaan koma akibat infeksi sepsis. Selepas koma, wanita itu mengalami sensasi terbakar di kaki kirinya yang kemungkinan diakibatkan oleh kerusakan saraf halus di kaki.

Yang menarik, saraf yang mengirimkan informasi rangsangan dari kaki memasuki saraf tulang belakang dalam kadar yang sama dengan saraf yang mengirimkan informasi rangsangan dari vagina.

Orgasme kaki merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi. Sebelumnya orgasme kaki ditemukan pada seorang pria dengan amputasi kaki.

"Ini bukanlah masalah psikologis, melainkan masalah saraf yang dapat dijelaskan dan diobati," pungkas Waldinger.

Sumber :

»»  READMORE...