Social Icons

Senin, 26 Agustus 2013

Mitos Berat Badan Naik Pascamenopause

Ilustrasi perempuan menopause
Menopause merupakan akhir dari siklus menstruasi wanita. Saat memasuki masa ini, banyak perubahan yang terjadi pada tubuh wanita, terutama yang dipengaruhi oleh aktivitas hormonal.

Menopause sebenarnya adalah hal yang wajar karena setiap wanita pasti mengalaminya. Namun tak sedikit pula wanita yang merasa khawatir untuk memasuki keadaan tersebut. Salah satu yang paling banyak dikhawatirkan oleh wanita saat memasuki kondisi menopause adalah kenaikan berat badan.


Menurut International Menopause Society dan North American Menopause Society, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan menopause sebagai penyebab kenaikan berat badan. Meskipun, usia yang menua mungkin dapat menyebabkan bentuk tubuh tidak sama seperti saat muda.


Hasil dari sebuah studi baru asal International Menopause Society pun mendukung pernyataan tersebut. Studi tersebut menyimpulkan, penurunan hormon estrogen bukanlah penyebab kenaikan berat badan, melainkan memicu perubahan pola penyimpanan lemak tubuh, dari panggul ke perut.


Susan Davis, peneliti dan profesor di Monash University, Melbourne, Australia mengatakan, kenaikan berat badan yang disebabkan menopause hanyalah mitos. Sehingga menopause tidak dapat dikambinghitamkan atas kenaikan berat badan yang mungkin dialami pascakondisi tersebut, melainkan faktor lainnya.


"Konsekuensi dari faktor lingkungan dan penuaan lah yang menyebabkan kenaikan berat badan. Meski banyak wanita yang mengeluhkan bentuk tubuh yang semakin gemuk pascamenopause, hal itu mungkin karena adanya perubahan pola penyimpanan lemak tubuh," jelasnya.


Jadi supaya terhindar dari penumpukan lemak di perut pascamenopause, wanita perlu rajin melakukan olahraga yang terkonsentrasi pada pembentukan otot di perut. Massa otot yang terbentuk pada perut akan menghasilkan perut yang rata dan terlihat kencang.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar