Social Icons

Rabu, 05 Juni 2013

Pil KB Pria, Pilihan Kontrasepsi Terbaru




Mencegah kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi sejatinya bukan hanya tugas dan kewajiban kaum wanita saja. Pasalnya ketika pria mau dan dapat menggunakan kontrasepsi, kemungkinan kehamilan tak terencana dapat ditekan.

Sayangnya, jenis kontrasepsi yang diperuntukkan bagi pria tidak sebanyak yang tersedia untuk wanita. Selama ini kontrasepsi yang tersedia bagi pria antara lain kondom dan vesektomi. Sisanya, Kaum Adam hanya dapat mengandalkan kontrasepsi paling konservatif yaitu menarik penisnya sebelum terjadi ejakulasi saat berhubungan seks.

Beruntunglah kini kita semakin dekat dengan pilihan kontrasepsi baru untuk pria yaitu pil KB khusus pria. Para peneliti mengatakan, pil KB pria dapat menjadi pilihan darurat yang cukup menjanjikan. Pil KB untuk pria bekerja dengan cara  memberikan dosis hormon tiruan ke aliran darah pria. Hormon ini  berperan untuk menghambat produksi sperma.

Sama halnya dengan pil KB wanita, sifat pil KB pria juga hanya sementara. Dan sama halnya seperti pil hormonal lainnya, salah satu penulis studi sekaligus anggota departemen kesehatan di Imperial College di London Deborah A. Garside mengatakan, pil KB pria memiliki efek samping seperti dapat menimbulkan jerawat, penambahan berat badan, bahkan perubahan kadar testosteron dapat memicu penurunan gairah seksual.

Garside mengatakan, teknik non-hormonal juga sedang dikembangkan, khususnya vaksin yang mengimunisasai antibodi pria yang menghentikan produksi sperma. Teknik ini lebih efektif daripada pil karena langsung menargetkan pada hormon yang berhubungan dengan produksi sperma. Teknik ini juga tidak menurunkan kadar testosteron sehingga libido bisa terjaga. Teknik tersebut juga bersifat sementara karena hanya berefek dalam periode waktu tertentu.

Di Indonesia, pil KB khusus pria dikabarkan sudah siap diproduksi oleh PT Indofarma Tbk. Pil KB di Indonesia diciptakan dan dikembangkan oleh peneliti asal Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Pil KB pria tersebut terbuat dari ekstrak daun tanaman Gendarussa yang memiliki kemampuan untuk melemahkan sperma membuahi sel telur di samping menaikan vitalitas pria itu sendiri. Pihak peneliti mengatakan, pil KB pria sudah melewati uji klinis dan siap diproduksi massal di tahun 2014.



Sumber :
Womenshealth, ANT
»»  READMORE...

Sabtu, 01 Juni 2013

Lari Telanjang Kaki Lebih Sehat? Belum Tentu

Ilustrasi
Lari dengan bertelanjang kaki sedang menjadi tren karena dianggap lebih sehat dan mendukung gerakan alamiah kaki. Namun, sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan antara lari dengan sepatu atau bertelanjang kaki

Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh Benno Nigg dan Henrik Enders dari Human Performance Laboratory, menepis anggapan bahwa lari tanpa alas kaki lebih sehat.

Dalam laporan studi yang dimuat dalam jurnal Footwear Science, mereka menulis tidak ada bukti yang menyebutkan berlari tanpa alas kaki lebih baik atau lebih buruk dibandingkan berlari dengan alas kaki.

Para pendukung lari tanpa alas kaki sering mengklaim bahwa lari tanpa sepatu akan menurunkan risiko cedera karena kita mendaratkan kaki dengan bagian depan kaki, dekat jari-jari kaki terlebih dulu, bukannya mendaratkan bagian tumit seperti halnya saat memakai sepatu.

Namun, dalam penelitian gerakan kaki yang dilakukan Nigg dan Enders diketahui bahwa klaim tersebut tidak berdasar.

"Tidak tepat untuk mengasosiasikan lari tanpa alas akan mendarat bagian jari dan lari dengan sepatu mendarat di bagian tumit karena ada berbagai faktor yang menyebabkan banyaknya variasi pendaratan kaki," tulis mereka.

Faktor-faktor yang dimaksud antara lain permukaan kaki, jenis sepatu, kecepatan lari, serta perbedaan individual.

Klaim yang menyebutkan lari tanpa alas akan menguatkan otot-otot kaki ternyata tak berbeda banyak dengan berlari menggunakan sepatu.

"Tambahan berat tubuh pada kaki saat berlari dengan sepatu tidak berdampak buruk," kata mereka.

Secara umum Nigg dan Enders menyimpulkan bahwa kenyamanan individu saat berlari, baik pakai sepatu ataupun bertelanjang kaki, adalah hal yang paling penting. Makin nyaman seseorang, makin baik mereka berlari.



Sumber :
»»  READMORE...

Minuman Pengusir Lemak Tubuh

Ilustrasi




Ketika seseorang telah bertekad untuk melakukan program penurunan berat badan, biasanya dalam perubahan pola makan mereka lebih fokus pada makanan padat saja.

Padahal jumlah kalori yang kita asup dari minuman, seperti soda, jus buah dan juga alkohol, bisa menjadi penyebab lemak menumpuk. Lakukan perubahan sederhana dalam hal konsumsi minuman sehingga target penurunan berat badan lebih mudah tercapai.

Air
Air putih adalah minuman terbaik untuk membantu kita menghilangkan lemak. Air mudah didapat dan cukup efektif membersihkan toksin-toksin sekaligus meningkatkan metabolisme. Minumlah air setidaknya 6-8 gelas setiap hari. Jika bosan dengan rasanya yang tawar, bisa tambahkan irisan lemon ke dalamnya.

Teh hijau
Teh hijau mengandung berbagai jenis zat-zat yang akan memudahkan kita melawan lemak. Kafein adalah kandungan terbesar, tetapi di dalam teh hijau juga terdapat katekin dan zat pembakar lemak lainnya. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa olahraga rutin yang dikombinasikan dengan teh hijau akan mempercepat penurunan lemak, terutama di sekitar bagian perut dan pinggang.

Susu
Susu membantu penurunan berat badan dengan berbagai cara. Kandungan kalsiumnya yang tinggi akan menguatkan tulang, hal ini tentu sangat penting untuk mereka yang rutin berolahraga. Susu juga mengandung protein yang akan memakai banyak energi supaya bisa dicerna tubuh. Protein juga membuat kita merasa kenyang. Tetapi sebaiknya pilih susu rendah lemak agar kandungan lemak jenuhnya lebih sedikit.

Jus tomat
Jus tomat tanpa gula adalah minuman rendah kalori yang kaya akan antioksidan dan serat sehingga perut terasa lebih kenyang. Anda bisa meminumnya saat sarapan atau di antara waktu makan. Jika Anda tidak suka rasanya, campurkan dengan buah lain, misalnya jeruk agar lebih enak di lidah.



Sumber :
LiveStrong
»»  READMORE...

Demensia Beda dengan Pikun

Bermain catur adalah kegiatan yang bisa melatih kemampuan kognitif


Seiring meningkatnya usia, kemungkinan mengalami penurunan fungsi kognitif otak pun meningkat. Penurunan tersebut bisa mengakibatkan gangguan atau hilangnya daya mengingat. Biasanya orang menyebut demensia sebagai pikun, padahal keduanya adalah kondisi yang berbeda.

Demensia adalah gangguan yang menimbulkan kerusakan progresif pada sistem saraf yang akan menghasilkan kumpulan gejala. Beberapa ciri demensia yang paling umum adalah penurunan daya ingat, penalaran, menilai, serta berbahasa.

"Pikun adalah terminologi awam yang berkonotasi lupa. Tetapi pikun atau lupa pada usia lanjut bukanlah gejala demensia atau Alzheimer stadium awal," kata dr Arya Govinda Roosheroe, Sp PD-KGer dari Persatuan Gerontologi Medik Indonesia di Jakarta (31/5/13).

Ia menambahkan, orang yang pikun biasanya hanya lupa pada detail, sedangkan penderita demensia bisa mengalami lupa sama sekali pada apa yang terjadi dengan dirinya. Mereka bahkan kehilangan kemampuan melaksanakan tugas yang paling mendasar seperti makan, berbicara, atau buang air.

Tanda dan gejala yang dialami orang yang menderita demensia juga dapat menunjukkan adanya penyakit Alzheimer atau gangguan otak lain.

Arya menambahkan, demensia bukanlah bagian dari proses penuaan, melainkan suatu kondisi yang memengaruhi otak. "Demensia melibatkan kematian sel-sel otak secara abnormal, penyakit ini bisa dialami siapa saja, bahkan pada orang berusia muda," katanya.

Pada orang muda, demensia bisa timbul karena cedera berat, misalnya pada petinju atau korban kecelakaan. "Pada orang yang punya kebiasaan minum alkohol juga bisa kena," imbuhnya.

Perjalanan penyakit demensia berjalan perlahan. Karena itu, penting dilakukan diagnosis dini karena penanganan yang tepat akan memengaruhi perkembangan penyakit tersebut. "Yang terpenting lansia harus dirawat sebaik-baiknya, terutama bila mudah lupa," kata Arya.


Sumber : KOMPAS.COM
»»  READMORE...

Jumat, 31 Mei 2013

Inilah 3 Bahan Pangan Masa Depan

ilustrasi





Permintaan pangan diperkirakan meningkat sekitar 70 persen pada 2050. Untuk memenuhi kebutuhan itu, revolusi hijau difokuskan untuk membantu petani kecil. Kiranya tanaman pangan yang diproduksi dan dikembangkan dalam skala kecil itu hasilnya bakal berdampak signifikan sebagai sumber pangan.

Inilah tiga sumber pangan yang bakal jadi priomadona di masa depan sebagaimana dipaparkan National Geograpic.

  
Kacang arab

Kacang chickpea atau kacang arab yang kaya protein tumbuh di lebih dari 50 negara mulai dari Mediterania sampai Asia Selatan. Jenis kacang ini juga memperkaya tanah dengan nitrogen, sehingga para petani bisa mengurangi pemakaian pupuk.

Varietas baru kacang arab, yang dikembangkan agar dapat tumbuh di kondisi yang lebih keras dan dapat memberantas busuk daun, memungkinkan para petani di Asia dan Afrika meningkatkan hasil panen mereka. Kacang arab juga kaya kandungan nutrisi. Kandungan proteinnya lebih dari dua kali protein jagung. Sementara kandungan seratnya  lebih dari empat kali serta beras merah.
  

Serangga

Serangga merupakan penganan yang bergizi. Jumlahnya pun melimpah dan seringkali renyah. Belalang, kumbang badak, dan rayap hanya sebagian dari lebih dari seribu spesies serangga yang dimakan di seluruh dunia. Kebanyakan dicari di alam liar. Tetapi seiring peningkatan harga pangan, peternakan serangga mungkin akan menjadi industri yang berkembang pesat.
  

Kentang

Bentuknya memang sederhana. Tetapi kentang merupakan sumber karbohidrat sehingga bisa menjadi makanan pokok pengganti nasi, roti, atau sagu. Sebagai produsen kentang terbanyak di dunia, Cina sedang memgembangkan benih kentang bebas penyakit dan varietas-varietas baru yang disesuaikan untuk berbagai iklim saat populasinya bertambah.



Sumber :
»»  READMORE...

Berapa Gelas Air Perlu Diminum dalam Sehari?

ilustrasi
Tubuh manusia 70 persennya terdiri dari cairan. Itulah mengapa kita harus cukup minum demi menjaga fungsi organ-organ tubuh tetap optimal.

Cukup minum bukan berarti kita harus minum delapan gelas air per hari, melainkan cairan yang kita minum mencukupi cairan yang hilang dari tubuh. Cairan hilang dari tubuh melalui keringat, urin, napas, dan eksresi cairan lainnya.

Dalam sehari, mungkin tubuh kita kehilangan sekitar delapan hingga sepuluh gelas cairan. Sehingga sejumlah itulah tubuh kita harus mendapat cairan pengganti.

Cairan pengganti tak terbatas yang berasal dari minuman saja. Makanan yang mengandung banyak air seperti buah, sayur, dan makanan lain dapat membantu kita mencukupi kebutuhan cairan. Sehingga mungkin kita hanya butuh menambah sekitar empat hingga enam gelas per hari.

Untuk mengetahui kebutuhan air yang harus diminum, kita perlu mengetahui tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh. Satu tanda yang cukup jelas adalah dari urin. Urin yang berwarna kuning terang dan tidak terlalu berbau menunjukkan tanda-tanda tubuh cukup cairan. Semakin pekat warna dan semakin kuat bau dari urin, semakin menunjukkan tubuh kekurangan cairan.

Namun warna dan bau urin ditentukan pula oleh makanan yang kita makan, maka jika berwarna pekat dan berbau tajam, tidak perlu khawatir. Urin akan kembali normal beberapa jam kemudian.

Selain kebutuhan dasar akan cairan, konsumsi air juga berdasarkan aktivitas tubuh. Semakin sering kita berolahraga dan mengeluarkan banyak keringat, maka semakin banyak pula cairan yang harus digantikan. Ada baiknya dua jam sebelum berolahraga, kita meminum dua hingga tiga gelas air. Ini membantu tubuh untuk terhidrasi dengan baik selama olahraga.

Air juga dapat mempercepat metabolisme tubuh, sehingga baik bagi Anda yang ingin mengurangi berat badan. Penelitian menunjukkan, penambahan konsumsi air hingga 1,5 liter perhari dapat membakar 17.400 kalori lebih banyak dalam satu tahun. Ini berarti Anda mampu mengurangi 2,25 kg berat badan.


Sumber :
»»  READMORE...

Perokok Mati 10 Tahun Lebih Awal

Ilustrasi





Merokok sudah jelas merugikan kesehatan, tetapi seberapa merusak? Jawabannya sangat buruk karena perokok beresiko meninggal 10 tahun lebih cepat dibandingkan bukan perokok.

Mungkin kebanyakan perokok akan mengatakan bahwa hidup ada di tangan Tuhan. Para perokok juga kerap berkilah banyak pecandu rokok yang tetap hidup sampai tua tanpa terkena penyakit paru.

Tetapi data penelitian menunjukkan, rata-rata para perokok meninggal sekitar 10-12 tahun lebih cepat. Ini berarti usia harapan hidup perokok 10 persen lebih pendek.

Dua penelitian yang dimuat dalam New England Journal of Medicine menunjukkan dampak buruk rokok. Berdasarkan data dari National Cancer Institute (NCI), tembakau menjadi penyebab utama kematian penyakit yang bisa dicegah.

Usia harapan hidup perokok tiga kali lebih pendek dibanding bukan perokok, risikonya juga sama antara pria dan wanita. Perokok juga enam kali lebih mungkin menderita serangan jantung. Risikonya meningkat seiring dengan jumlah rokok yang mereka hisap.

Rokok juga menyebabkan 443.000 kematian setiap tahunnya, termasuk 49.000 kematian karena menjadi perokok pasif.

Para perokok pasif juga beresiko tinggi menderita penyakit paru obstruktif kronik. Kematian akibat kanker paru juga 90 persen disebabkan akibat kebiasaan merokok.

Beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, kanker paru, juga terkait erat dengan rokok. Beberapa jenis kanker juga dipicu oleh rokok.

Kesempatan seseorang yang merokok sejak usia muda untuk hidup sampai 80 tahun pada perokok hanya 35 persen, sementara pada bukan perokok mencapai 70 persen. Sayangnya, saat ini hampir 16 persen pelajar sudah merokok.


Sumber :
Medical News Today
»»  READMORE...