Social Icons

Kamis, 28 Februari 2013

Cara Melampirkan file Ms. Word di Blog

Mari Sama-sama kita simak langkah-langkahnya berikut ini :
 
  • Lankah 1 : upload file ke google docs.

   Silahkan login ke http://docs.google.com dengan account gmail anda.
   Klik tab Upload yang berada di sebelah kiri atas layar monitor anda.
   Terus terbuka Upload File di bawah tulisan select a file to upload:
   Masukan file yang ingin anda uploadkan (word, excel, power point).
   Klik Upload File yang ada di sebelah bawahnya.
   Tunggu beberapa saat hingga file anda terupload semuanya (bergantung kepada besarnya file serta kecepatan internet anda).
   Jika sudah diupload, anda boleh juga mengeditnya jika mau.
   Klik tab publish yang ada di sebelah kanan atas layar monitor anda, maka akan keluar tulisan This document is not yet published.
   klik tombol publish now yang ada di bawahnya.
   Jika sudah selesai, lihat kembali ke bahagian bawahnya!
   Klik link bertuliskan More publishing options.
   Setelah keluar window pop up, klik menu drop down di sebelah tulisan File format kemudian pilih HTML to embed a webpage.
   Klik tombol Generate URL.
   Copy kode HTMl yang di berikan, lalu paste pada notepad atau text editor.
   Boleh close saja window nya.
   Boleh juga anda sign out dari google docs jika mau.
   Selesai.

  • Langkah 2 : posting kod google docs ke blogger.

   Silahkan login ke blogger dengan ID anda.
   Klik Posting Baru.
   Boleh anda buat posting yang anda inginkan.
   Ketika anda mau mengisi kode yang dari google docs, klik terlebih dahulu tab Edit HTML ( jangan yang compose)
   Paste kode google docs yang ada di notepad tadi pada tempat yang anda inginkan.
   Klik Tombol PUBLISH POST.

  • Langkah 3 :   
Sila lihat hasilnya.

Selamat mencoba :)
»»  READMORE...

Rabu, 27 Februari 2013

Seks Ditunda Minimal 2 Bulan Pascapersalinan

Meskipun secara fisik sudah pulih dan masa nifas telah selesai, namun sebagian besar wanita yang baru pertama kali melahirkan (first-time mothers) memilih menunggu minimal 6 minggu sebelum berhubungan seks kembali. Demikian hasil kajian terbaru para ahli yang dimuat dalam International Journal of Obstetrics and Gynaecology.

Tim peneliti dari Australia mengumpulkan data lebih dari 1.500 wanita dan menemukan 41 persen "ibu-ibu baru" ini berupaya melakukan hubungan seks melalui vagina 6 minggu pascapersalinan, 65 persen setelah 8 minggu, 78 persen setelah selama 12 minggu, dan 94 persen sampai 6 bulan.

Meski kebanyakan wanita menunda cukup lama sebelum kembali berhubungan seks melalui vagina, tetapi 53 persen dari mereka mencoba berbagai bentuk aktivitas seksual 6 minggu usai melahikran.

Wanita berusia 30-34 tahun lebih sedikit yang berupaya menyalakan kembali gairahnya dalam periode 6 minggu usai melahirkan dibandingkan dengan para ibu berusia 18-24 tahun.

Wanita yang menjalani operasi caesar atau persalinan dengan bantuan juga cenderung menghindari seks lebih lama dari 6 minggu. Sementara 60 persen wanita yang melahirkan secara normal sudah mulai berintim-intim kembali dengan suaminya dalam 2 bulan pasca melahirkan.

"Yang menarik dari penelitian ini adalah interval yang sangat luas pada para pasangan untuk kembali aktif berhubungan seks pasca melahirkan. Kebanyakan menghindari seks 6 minggu usai persalinan dan tak sedikit yang lebih lama dari itu," kata Stephanie Brown, yang melakukan penelitian ini.

Brown menjelaskan, mengetahui fakta tersebut sangat bermanfaat bagi wanita yang baru akan melahirkan sehingga mereka tak perlu merasa cemas atau bersalah karena menunda seks setelah memiliki bayi.

Sumber :
Healthday News
»»  READMORE...

Perut Larva Kumbang Mekongga Simpan Mikroba Berharga

Wikipedia Beberapa spesies kumbang famili Buprestidae

JAKARTA,  Kerja sama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan Universitas California, Davis, Amerika Serikat, menemukan mikroba di dalam perut larva kumbang yang berpotensi mempercepat fermentasi produksi minyak nabati dari biomassa selulosa. Jenis larva ditemukan di pegunungan Mekongga, Sulawesi Tenggara.

”Pengembangan mikroba dari perut larva kumbang ini masih dalam proses diskusi dengan para peneliti Universitas California,” kata Deputi Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Siti Nuramalijati Prijono, Selasa (26/2/2013), di Jakarta.

Siti mengatakan, diskusi bersama tim peneliti Universitas California soal prospek dan pengembangan mikroba dari perut larva untuk produksi minyak direncanakan 18-23 Maret 2013. Industri dalam negeri diharapkan terlibat merintis produksi energi terbarukan tersebut.

Peneliti utama LIPI, Endang Sukara, mengatakan, pengembangan mikroba perut larva untuk produksi minyak itu didasarkan pada penelitian adanya larva-larva kumbang yang hidup di kayu-kayu keras, seperti kayu eboni di kawasan pegunungan Mekongga. Di dalam perut larva itu lalu diketahui adanya mikroba yang menghasilkan enzim pendegradasi kayu keras.

”Enzim yang dihasilkan mikroba itulah yang akan dimanfaatkan sebagai pendegradasi biomassa selulosa untuk produksi minyak nabati,” kata Endang.

Hama kayu

Beberapa kumbang yang diketahui menelurkan larva di kayu-kayu keras meliputi suku Passalidae, Lucanidae, Scarabaedia, dan Cerambycidae. Jenis kumbang Buprestidae dan Cerambycidae diketahui menelurkan larva di tanaman kayu hidup sehingga kedua jenis ini termasuk hama tanaman kayu.

Analisis sementara terhadap enzim mikroba di perut larva itu mengandung amilase, invertase, maltase, laktase, selulase, hemicelulase, dan protease. Menurut Endang, saat ini belum ada industri dalam negeri yang tertarik mengembangkan temuan tersebut.

”Penemuan ini sangat menarik bagi para periset dan ilmuwan Amerika Serikat. Bisa jadi, industri dari Amerika Serikat akan tertarik,” katanya.

Menurut Endang, mikroba dari perut larva merupakan salah satu kekayaan dari keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi minyak. Seperti halnya tempe, pengembangan jenis mikroba itu nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas. (NAW)
Sumber :
Kompas Cetak
»»  READMORE...

Manfaat Kuning Telur bagi Kesehatan

Telur merupakan bahan makanan yang sarat akan nilai gizi. Akan tetapi, telur juga sering dikaitkan pada berbagai masalah kesehatan. Hal ini karena telur mengandung kolesterol, terutama pada bagian kuning telurnya. Namun, ternyata banyak manfaat lain yang didapat dari kuning telur.

Berikut beberapa manfaat kuning telur yang tidak dapat Anda temukan di putih telur

- Lebih banyak vitamin.

Kuning telur mengandung lebih banyak vitamin baik jenis dan jumlahnya dibandingkan dengan putih telur. Setiap kuning telur mengandung tujuh vitamin, antara lain vitamin B6, B-12, A, D, E, K, dan folat. Vitamin A, D, E dan K hanya ditemukan di kuning telur saja, tidak di putih telur.

- Lebih banyak mineral.

Seperti vitamin, mineral merupakan zat gizi mikro yang krusial dibutuhkan oleh tubuh. Mineral merupakan zat gizi essensial yang digunakan untuk mengelola fungsi tubuh seperti menyeimbangkan elektrolit. Kuning telur serta putih telur memiliki 13 jenis mineral, di antaranya dari kalsium, magnesium, besi, potasium, sodium, dan selenium. Meskipun kedua bagian telur ini sama-sama mengandung mineral, namun kuning telur memiliki kandungan yang lebih banyak untuk setiap mineral. Contohnya, 90 persen dari kalsium yang terdapat di telur berada pada kuning telur; 93 persen kandungan besi pada telur berada di bagian kuningnya, dan hanya 7 persen yang berada di bagian putihnya.

- Kesehatan mata

Karotenoid yang ada di kuning telur, khususnya karotenoid lutein dan zeaxanthin, sangat bermanfaat bagi kesehatan mata. Menurut para peneliti, karotenoid ini, yang merupakan pigmen berwarna yang memberi warna kuning pada kuning telur, dapat menurunkan risiko penyakit age-related degeneration dan katarak. Zat ini berperan sebagai antioksidan untuk mata, melawan radikal bebas yang dapat merusak beberapa bagian pada retina sehingga dapat mempengaruhi kemampuan mata untuk fokus.

- Manfaat kolin

Kuning telur dengan vitamin, mineral, dan nutrien lain yang ada di dalamnya, juga membantu untuk memperbaiki kesehatan jantung dan kardiovaskuler. Bukan hanya konsumsi telur dalam jumlah moderat yang menunjukkan manfaat bagi jantung, namun juga nutrien pada kuning telur, yaitu kolin, membantu untuk meregulasi fungsi kardiovaskuler.

Selain itu, sebuah studi di University of North Carolina di Chapel Hill menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan dengan kadar kolin yang tinggi memiliki kemungkinan 24 persen lebih kecil untuk mengalami penyakit kanker payudara dibandingkan mereka yang  tidak.

Sumber :
»»  READMORE...

Berapa Butir Telur Aman Dikonsumsi Tiap Hari?

Konsumsi 4 butir telur perminggu tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.Telur merupakan bahan makanan yang mudah diperoleh, relatif murah, serta sarat akan nilai gizi seperti kalsium, protein, dan vitamin. Namun seringkali telur juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti masalah kolesterol dan diabetes.

Bagaimanapun, sebuah riset berhasil mengungkap bahwa konsumsi telur dalam tingkat moderat masih relaitf aman dan bermanfaat bahkan bagi orang dewasa sekalipun. Batas konsumsi telur per hari Anda pun tergantung pada beberapa faktor, antara lain riwayat kesehatan, kelamin, dan aktivtas fisik. Namun secara umum, rekomendasi konsumsi telur adalah 4 butir per minggu.

Menurut para ahli dari Mayo Clinic, konsumsi 4 butir telur per minggu masih aman dan tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Untuk menjaga kadar kolesterol Anda tetap normal saat mengonsumsi telur, maka Anda perlu membatasi asupan kolesterol  dari sumber lain. Selain itu, ganti sajian daging dengan sajian sayur-sayuran dan hindari produk susu yang tinggi lemak.

Dilansir situs Livestrong, kandungan gizii pada telur terdiri dari protein dan kalsium dalam kadar yang tinggi, serta mengandung vitamin dan mineral penting. Sebutir telur rebus ukuran besar mengandung 78 kalori, 6,29 gram protein, 25 mg kalsium, 0,59 besi, dan 112,7 mcg kolin. Selain itu, sebutir telur juga mengandung 22 mcg folat, 260 IU vitamin A, 44 IU vitamin D, dan 176 mcg lutein dan zeaxanthin, serta sejumlah kecil vitamin B kompleks.

Sebutir telur besar mengandung 212 mg kolesterol, meskipun tidak sepenuhnya kolesterol yang terkandang ditelur merupakan kolesterol "jahat". Seperti  diketahui, ada dua jenis kolesterol yaitu kolesterol "baik" atau high density lipoprotein (HDL) dan kolesterol "jahat" atau low density lipoprotein (LDL). Kolesterol "jahat" dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Jika Anda menyukai telur tetapi tidak ingin tambahan kolesterol, maka Anda hanya perlu makan putih telur dan menyingkirkan kuning telurnya. Sebab putih telur tidak mengandung kolesterol.

Di samping itu, konsumsi telur juga dikaitkan dengan diabetes, namun riset tentang hal ini masih belum menunjukkan hasil yang konsisten. Riset skala besar yang dipublikasi dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2010 menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua kelompok orang dewasa yang memakan telur dengan yang tidak dalam hal peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Sumber :
LiveStrong
»»  READMORE...

5 Langkah Menjadi Vegetarian

Meningkatnya kesadaran akan pola makan yang sehat membuat pola makan vegetarian atau hanya mengasup bahan makanan nabati semakin banyak peminat. Pola makan tersebut juga dianggap lebih bersahabat pada hewan dan lingkungan.

Menurut para ahli nutrisi dari Mayo Clinic, pola makan vegetarian yang terencana dengan baik sebenarnya bisa memenuhi nutrisi yang diperlukan, baik pada orang dewasa, lansia, bahkan anak-anak.

Jika Anda tertarik untuk menjadi seorang vegetarian, berikut adalah lima langkah yang bisa dilakukan untuk menjembatani pola makan saat ini dengan vegetarian.

Langkah 1
Tuliskan apa saja alasan yang mendorong Anda menjadi vegetarian. Meski Anda merasa sudah tahu alasannya, mencoba menuliskannya akan membantu menyelami motivasi terdalam Anda.

Langkah 2
Komitlah pada tanggal yang sudah ditetapkan untuk mengubah pola makan Anda. Mulai dengan berbelanja bahan pangan vegetarian untuk satu minggu atau mulai menyingkirkan makanan nonvegetarian yang masih disimpan.

Langkah 3
Putuskan makanan pengganti apa yang akan dipakai untuk menggantikan bahan pangan produk hewani. Cobalah susu kedelai atau susu beras sebelum memutuskan mana yang lebih disukai, misalnya. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang kandungan gizi berbagai bahan makanan sehingga Anda bisa memilih makanan pengganti yang tepat.

Langkah 4
Bacalah label dalam kemasan makanan. Anda juga bisa berbelanja di toko khusus yang menyediakan produk pangan untuk vegetarian sehingga tak perlu selalu memperhatikan label.

Langkah 5
Rayakan pilihan sehat Anda. Dibutuhkan kekuatan dalam membuat setiap keputusan dan jangan mudah menyerah jika ada orang yang mengkritik keputusan tersebut. Kebanyakan orang memang mempertanyakan sesuatu yang berbeda dengan nilai atau cara mereka dibesarkan. Malah, Anda bisa berbagi pengalaman untuk meningkatkan pemahaman orang tentang pola makan sehat. Gunakan kalimat yang positif dan tidak perlu memaksakan pendapat.


Sumber :
LiveStrong
»»  READMORE...

Infeksi Telinga Anak Tak Selalu Perlu Antibiotik

Tidak semua anak yang menderita infeksi telinga tengah memerlukan antibiotik. Faktanya, mereka bisa jadi tidak membutuhkan pengobatan sama sekali jika penyebabnya adalah virus. Demikian diungkapkan oleh panduan dokter terbaru di Amerika Serikat.

Anak dengan usia 6 bulan sampai 2 tahun dengan infeksi di satu telinga yang tidak disertai dengan demam tinggi, nyeri kronis, dan komplikasi lain dapat mendapat perawatan selama 48 jam tanpa diberikan antibiotik. Hal ini dikarenakan dokter perlu melihat dulu setelah waktu tersebut apabila infeksinya bertambah parah. Periode waktu 48 jam tersebut juga dapat diterapkan pada anak yang berusia lebih tua dengan infeksi ringan pada satu maupun dua telinga sekaligus.

Panduan ini dibuat oleh American Academy of Pediatrics (AAP), yang bertujuan mengurangi pemakaian antibiotik yang tidak perlu. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat memperparah resistensi dari beberapa strain mikroba terhadap antibiotik.

Panduan terbaru dari AAP ini lebih lengkap dan rinci tentang diagnosa infeksi pada anak dengan usia lebih muda, melengkapi panduan sebelumnya yang ditujukan pada anak dengan usia lebih tua yang mengalami infeksi telinga ringan.

Panduan secara spesifik membahas tentang rekomendasi untuk penyakit otitis akut, atau infeksi, atau peradangan pada telinga tengah yang paling umum mendapatkan pengobatan antibiotik.

"Kami percaya adanya penggunaan antibiotik berlebihan di masyarakat," ujar Andres Orjuela spesialis THT di Miami Children's Hospital, yang tidak terlibat dalam pembuatan panduan. Panduan baru sangat bermanfaat dalam membantu dokter untuk memberikan diagnosa dan pengobatan infeksi telinga.

"Beberapa studi menunjukkan bahwa seringnya anak dengan infeksi telinga akan menjadi lebih baik selama beberapa hari dan menunda pengobatan tidak akan memberikan dampak buruk bagi anak," tutur Orjuela.

Kendati demikian, sebagian anak akan membutuhkan antibiotik, termasuk anak yang memiliki infeksi di kedua telinga, dan semua anak yang gejala infeksinya menetap selama lebih dari 48 jam. Dokter yang menggunakan pendekatan "wait and see" selama 48 jam untuk mengobati infeksi telinga perlu memastikan perkembangan yang terjadi, dan tetap memberikan pengobatan jika diperlukan.

Sebuah studi tahun 2007 menemukan bahwa dokter seringkali ragu-ragu untuk menunda penggunaan antibiotik untuk infeksi telinga karena orangtua yang tidak berkenan menggunakan pendekatan ini. Karena itu dokter seharusnya bisa memberikan pemahaman kepada orangtua.


Sumber :
LiveScience
»»  READMORE...