Penulis : Yunanto Wiji Utomo | Senin, 5 November 2012 | 17:14 WIB
NASA
Citra Mars seperti diambil teleskop antariksa Hubble pada 26 Agustus 2003.
FLORIDA, KOMPAS.com -
Adakah kehidupan di Mars di masa lalu ataupun kini? Jika ada, pasti
makhluk hidup meninggalkan jejak. Jejak keberadaan makhluk hidup salah
satunya adalah metana di atmosfer.
Lewat robot Curiosity yang
mendarat di Kawah Gale 6 Agustus 2012 lalu, para ilmuwan dari Badan
Penerbangan dan Antariksa NASA berupaya mencari kandungan metana dalam
atmosfer Mars. Bila ada, mungkin metana itu bisa menjadi tanda ada atau
pernah adanya kehidupan di planet itu.
Curiosity telah
menganalisis atmosfer Mars saat berada di wilayah yang disebut Rocknest
beberapa waktu lalu. Analisis dilakukan dengan instrumen Sample Analysis
at Mars (SAM). Hasil penelitian diumumkan NASA pada Jumat (2/11/2012)
Hasilnya
ternyata mengecewakan. "Intinya, kita belum mendeteksi metana sejauh
ini," kata Chris Webster, ilmuwan dari Jet Propulsion Laboratory di
California, pimpinan penggunaan instrumen Tunable Laser Spectrometer
SAM.
"Namun demikian, kita akan terus mencarinya selama beberapa
bulan ke depan sebab Mars, seperti yang kita tahu, mungkin menyimpan
kejutan," papar Webster seperti diberitakan Space.com Jumat lalu.
Sebelumnya,
keberadaan metana di atmosfer Mars pernah terdeteksi dengan wahana luar
angkasa lain. Namun, konsentrasi metana yang terdeteksi memang sangat
sedikit, cuma 10 - 50 bagian per miliar.
Tak ditemukannya metana
lewat misi Curiosity bukan berarti temuan sebelumnya salah. Menurut
Sushil Atreya, ilmuwan Universitas Michigan yang terlibat misi SAM,
metana bisa berubah, tergantung pada produksi dan degradasinya di Mars.
Di
Bumi, 90 persen metana yang ada di atmosfer bersumber dari makhluk
hidup. Di Mars, metana yang mungkin ada bisa bersumber dari makhluk
hidup ataupun komet. Metana bisa 'dihancurkan' lewat reaksi dibantu
cahaya Matahari ataupun diserap permukaan Mars.
Menurut ilmuwan,
tingkat penyerapan metana di Mars cukup efisien. Dalam waktu beberapa
ratus tahun, metana di atmosfer bisa disapu bersih. Oleh karena itu,
dipercaya bahwa metana yang mungkin ada saat ini belum terbentuk lama.
Terkait
misi deteksi metana di Mars, Atreya mengatakan, "Tetap ikuti terus.
Cerita tentang metana di Mars baru saja dimulai." Pencarian metana dan
komposisi atmosfer Mars lainnya dapat juga membantu memahami mengapa
Mars memiliki atmoser tipis, hanya 1 persen ketebalan atmosfer Bumi.
»» READMORE...